Kita tak lagi berbalut canda.
Kita tak lagi saling bertukar cerita.
Kita berdistraksi, teralihkan oleh kebahagiaan baru sendiri-sendiri.
Kita berubah.
Mata dan mata kita tak lagi memandang searah.
Yang ada hanya kekurangtepatan lidah yang berujung amarah.
Kita berdistraksi, sama-sama bingung dengan rahasia dibalik raut wajah.
Kita tak lagi harmonis.
Lama tak tercipta tawa lepas atupun ekspresi tanpa dosa dengan wajah meringis.
Lama juga tak ada ratusan chat receh di grup yang membahas hal-hal kurang jelas.
Kita berdistraksi. Teralihkan oleh kebahagiaan barunya sendiri-sendiri.
Ah, atau mungkin kata 'kita' terkesan terlalu luas.
Mungkin hanya aku dan kamu, ataupun hanya aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar