Kita pernah menginjak langit, sejajar–sama rata dengan matahari; bersaksi untuk mempernyata tingginya harapan yang akhirnya malah kita jatuhkan sendiri
Dan di senja yang terbakar itu, ada debar yang menyamar sebagai debur angin
Tentangmu kembali mekar dan aku pun gusar
Sekali lagi, angan menjelma ingin
Sedang kenangmu tetap saja dingin
Kau menjelma bintang yang menggegapgempitakan malam, kemudian bangkit kembali setelah sekian lama bersemayam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar