Senin, 18 Juni 2018

Senja yang Terbakar

Kita pernah menginjak langit, sejajar–sama rata dengan matahari; bersaksi untuk mempernyata tingginya harapan yang akhirnya malah kita jatuhkan sendiri


Dan di senja yang terbakar itu, ada debar yang menyamar sebagai debur angin
Tentangmu kembali mekar dan aku pun gusar
Sekali lagi, angan menjelma ingin
Sedang kenangmu tetap saja dingin

Kau menjelma bintang yang menggegapgempitakan malam, kemudian bangkit kembali setelah sekian lama bersemayam


Tidak ada komentar:

Posting Komentar