Sebagai kawanmu, aku turut bahagia dengan kebahagiaanmu yang tercipta selain dariku.
Tapi, ada beberapa hal menyedihkan yang mana aku belum mampu mengatasinya.
Kau semakin menunduk, ibu jarimu senantiasa menari, wajahmu tersenyum membaca pesan-pesan darinya.
Kau menjadi rahasia, kau tak secerewet dulu, dan kita semakin jarang bertukar cerita lagi.
Sebagai kawanmu, aku cemburu dan aku merasa kehilangan.
Aku cemburu karena senyum-tawa antara kau dan aku, kita menjadi tak sesering dulu.
Akupun kehilangan sosok dirimu yang biasanya ku jadikan tempat bernaung, namun kini mulai menempati orang yang lain.
Tapi tak apa.
Perubahan pastilah terjadi, kan? Dan mau tak mau, kau harus mampu menerimanya.
Sebagai kawanmu, aku mendukungmu sampai ke titik di mana kau benar-benar menemukan pangeran kehidupanmu.
Dan sebagai kawanmu, aku mendoakan semoga yang membuat hatimu terjatuh adalah sebaik-baiknya pilihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar