Aku sempat menghibur diri dengan menyusuri malam, membaringkan seluruh tubuhku pada ayunan.
Melihat bintang yang berkedip, seolah memberi jawaban tentang pertanyaanku: Bagaimana cara menyembunyikan dirimu dari diriku?
Namun, bintang terlalu jauh.
Butuh berwaktu-waktu agar sampai pada jawaban pasti.
Kemudian aku katupkan mata, menunggu mentari merajai pagi.
Dan sialnya, ia tak menyapa.
Malah sekawanan awan merendah, bertengger di dedaunan tanpa sedikitpun peduli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar