Jangan kau tengok ke arah kamarnya
Kamarnya kumuh
Tempat berbaringnya adalah tumpukan asa
Lantainya hanya dipenuhi remah-remah dirinya yang sudah rapuh
Apalagi sudut-sudut kamarnya yang dijadikan rumah bagi perasaannya sendiri
Jangan kau tengok ke arah kamarnya
Kamarnya kumuh
Bahkan untuk menemaninya berbicara pun, kau mungkin tak sudi
Ia pria yang lemah
Hanya sekedar beranjak dari tempatnya berbaring pun ia tak mampu
Apalagi menyapu lantainya yang penuh remah-remah atau membersihkan perasaan yang memenuhi sudut kamarnya sendiri
Jangan kau tengok ke arah kamarnya
Kamarnya kumuh
Kecuali, kau memanglah wanita yang keras kepala
Tidak ada komentar:
Posting Komentar