Minggu, 18 Desember 2016

Aku. Hanya Angin Lalu.

Bait ini hanya menceritakan aku.
Dan ini dari sudut pandangku.
Semoga kamu menjadi sedikit tau.
Tentang aku.


Aku adalah angin yang pernah dibutuhkan lalu kemudian merasa diabaikan.
Ya. Bagai angin yang berlalu.
Dia menyejukkan, tapi kemudian dilupakan.

Dia dirindukan ketika panas-gerah datang.
Dia diharapkan ketika sang Bagas benar-benar menjadi garang.
Dan dengan rendah hati, ia datang menepati.

Dan begitulah angin.
Ia tak pernah meminta imbalan.
Walaupun ia datang kadang tak sesuai permintaan.
Ia kadang menyapa dengan lembutnya.
Tapi ia juga kadang berjalan tanpa memandang siapa di depannya.

Dan aku adalah angin.
Aku datang dan pergi, sesuai apa yang aku ingin.

Tapi percayalah.
Angin hanyalah angin.
Ia dipuja ketika sapaannya memuaskan.
Namun ditakuti ketika bertindak sesuka hati.

Tapi setelah itu, ia tak lebih dari angin yang berlalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar