Lihatlah matanya yang meredup.
Lihatlah warnanya yang mulai memerah.
Seolah-olah mengisyaratkan bahwa dia butuh sesuatu yang bisa menyilaukan dia kembali.
Seakan mengharapkan ada yang bisa membuatnya terang lagi.
Lalu setelah itu, aku mencoba memberanikan diri.
Aku mencoba mendekat, lalu menatap dengan caraku sendiri.
Tapi, apa yang aku dapati?
Ternyata matanya yang redup dan memerah itu terjadi karena dirinya sendiri.
Aku mencoba lebih dekat lagi.
Berusaha mengalihkan pandangannya pada kehadiranku.
Tapi dia terlalu bodoh.
Dia terlalu acuh,
Dia terlalu dalam menatap orang yang mulai kabur dari pandangannya itu.
Dia terlalu terpaku.
Sampai-sampai aku tak bisa membuatnya memalingkan wajahnya dari orang di pandangannya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar