Di ujung cakrawala itu, kita melihat matahari yang jingga.
Isyarat bahwa dia akan segera mengakhiri tugasnya, hari ini.
5 menit setelahnya, petang datang karena matahari sudah benar-benar hilang dari pandangan.
Burung-burung kembali ke sarang.
Daun-daun yang tadinya terlihat hijau-kuning seperti menghitam, sesekali berjatuhan karena terpaan angin yang cukup kencang.
Tak terasa bahwa kita sudah menikmati jingga bersama.
Di bawah kabut, di antara rumput-rumput.
Tak terasa juga bahwa senja yang cantik itu terlewati bersama kamu, yang cantik pula.
"Sudah petang, ayo pulang!" kataku.
Tapi kamu dengan manja masih saja mengungkit senja yang terlewati baru saja.
Kau sesekali menunjuk ufuk tempat terakhir matahari berseri.
Kau juga sempat menjatuhkan kepalamu di pundakku.
Dan itu juga sempat membuatku merasakan hitamnya rambutmu.
Ah, kamu!
Kalau aku boleh berkata..
Maka waktu itu, aku benar-benar bahagia.
Dan itu membuat aku jadi semakin cinta.
Bukan hanya kepadamu, tapi juga pada senja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar