Duduk menunggu yang lain di depan gedung biru
Berteduh di bawah pohon pinggir jalan
Dan sama sekali belum memikirkan perasaan
Sore itu, di perjalanan kita sempat meneduh karena hujan
Lalu pada akhirnya sampai pada tempat tujuan
Kita memang membangun tenda
Tapi sama sekali tak terpikir soal membangun hal yang lain
Petang itu, di antara dua waktu
Kau tak terlihat pun aku tak tahu
Aku sama sekali tak memperhatikan
Apalagi berpikir tentang perasaan
Baru sampai pada malam itu
Setelah kita semua duduk melingkari perapian
Aku sempat memandangimu, sedang mematung, kedinginan
Melihat wajahmu dengan penuh, di bawah kabut yang menutupi rembulan
Anggap saja saat itu aku sudah jatuh
Semoga juga dengan dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar