Dalam sepi, aku berbisik.
Mengadu tentang kamu, yang ronanya semakin pekat di pikiran.
Tentang kamu, yang sejatinya dalam kejauhan, tapi entah hal apa yang semakin ke sini semakin mendekatkan.
Tentang kamu, yang lama sekali tak saling berbalas kata, tapi entah bagaimana bisa semakin ke sini aku semakin cinta
Ah!
Pada dasarnya kamu terlalu hebat.
Melalui cara berpikirmu tentang hidup, yang benar-benar membuat aku terpikat.
Pola-pola pikiran yang seperti labirin.
Rymit, terkesan buntu, padahal sejatinya akulah yang belum bisa menaklukkanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar