Rindu adalah deritaku.
Dia mematikan logikaku.
Memaksaku berfantasi, memikirkan pertemuan yang entah kapan.
Rindu adalah masalah terbesarku.
Dia memberatkan, terlalu membebani.
Tapi, sesekali aku rindu bila rindu tak menyapa.
Sesekali aku butuh rindu, saat seringnya pertemuan menumbuhkan kebosanan.
Benar. Sesekali aku perlu rindu, karena saat ia terasa, aku bisa membuat beberapa kata tentang apa yang ku rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar